Mesin Pembibitan Benih Padi Hemat Lahan

Mesin Pembibitan Benih Padi Hemat Lahan

Kegunaan:

Teknologi pada unit Pembibitan Padi ini merupakan teknologi yang terintegrasi terdiri atas: (a) Mesin perendam dan pemeram benih; (b) Penghalus tanah (Hammer Mill); (c) Feeding Elevator; (d) Mesin Penabur tanah dan benih; (e) Kotak persemaian atau dapok; dan (f) Rak pemeliharaan persemaian. Mekanisme/cara penggunaan unit pembibitan padi ini dilakukan mulai dari penyiapan tanah dan benih sampai dengan pemeliharaan persemaian.

Keunggulan:

  • Persemaian dapat dipelihara di lahan kering diluar areal tanam/sawah dengan penyiraman (hemat lahan/air);
  • Mengurangi resiko kegagalan karena banjir di lahan sawah;
  • Mengurangi resiko serangan hama dan penyakit;
  • Pengendalian pertumbuhan lebih mudah;
  • Pertumbuhan bibit lebih cepat;
  • Dapat mengikuti jadwal air/percepatan musim tanan.

Spesifikasi:

  • Spesifikasi teknis : Model PW-JP–02/20;
  • Panjang/lebar/tinggi : 1330/1015/540 (mm);
  • Kecepatan kerja : 2,0–2,5 km/jam;
  • Sistem transmisi : Kopling sentrifugal, worm gear;
  • Reduction rasio : 37:1;
  • Jumlah alur (row) : 2 buah;
  • Jarak antar alur (row) : 20 cm;
  • Pelumas transmisi : Oli SAE 90–140/0,3 liter;
  • Tipe : Motor bakar 2 tak;
  • Volume displacemen : 41 cm3;
  • Daya maksimum : 1,36 kW (1,85 HP)/5000 rpm;
  • Jenis Busi : NGK BM6A;
  • Bahan bakar : Campur (Bensin 25 : Oli 2T 1);
  • Kapasitas tangki : 1,3 liter;
  • Sistem start : Tali tarik (recoil);
  • Berat total : 19 kg;
  • Konsumsi bbm : 0,5–0,7 lt/jam;
  • Kapasitas kerja teoritis : 10–12 jam/ha (1 arah penyiangan)

Leave a Reply